Minggu, 05 Juli 2009

MANAJEMEN HUMAS

MANAJEMEN PUBLIK OF RELATION (HUMAS DALAM PENDIDIKAN)
Oleh: Ahmad Fauzi Etika Ramadhani, M.Pd, MM.


PENDAHULUAN

Pengertian Dan Ruang Lingkup Humas
Pada dasarnya humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial (perushaan) maupun organisasi yang nonkomersial. Mulai dari yayasan, perguruan tinnggi, dinas militer, sampai dengan lembaga-lembaga pemerintah, bahkan pesantren dan usaha bersama seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) pun memerlukan humas. Kehadiran serta kebutuhannya tidak dapat dicegah kembali, semua itu tidak terlepas dari kita menyukai atau tidak, karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. Arti penting humas sebagai sumber informasi terpercaya kian terasa pada era globalisasi dan “banjir informasi” seperti saat sekarang ini. Humas, yang merupakan terjemahan bebas dari istilah public relations atau PR-kedua istilah ini akan dipakai secara bergantian-itu terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang berkepentingan dengan humas.
Menurut definisi kamus terbitan institute of Public Relations (IPR), yakni sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, terbitan bulan November 1987, “humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Jadi humas adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasi sedemikian rupa sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya itu berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Sedangkan menurut kamus Fund and Wagnal, American Standard Desk Dictionary terbitan 1994, istilah humas diartikan sebagai, segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan oleh organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan sepakterjangnya. Dalam istilah ini “kiat” dalam definisi ini mengindikasikan bahwa humas harus menggunakan metode manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives) .
Tidak terlepas dari masalah PR, pertanyaan yang perlu diajukan yaitu: Apakah sebenarnya PR itu? Mengapa anda/kita membutuhkannya juga?. Karenanya PR keberadaanya diperuntukkan:
a.menciptakan reputasi bagi perusahaan-perushaan dan organisasi-organisasi,
b.menciptakan reputasi para individual sebagai ahli dibidang yang dipilihnya,
c.meningkatkan kesadaran terhadap produk dan layanan dan pada oraganisasi yang mengadakan mereka,
d.mempertinggi nama baik dari suatu kedudukan masyarakat atau nama baik perusahaan,
e.menyelenggarakan kampanye untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan kata lain PR bertujuan untuk membuat masyarakat berpikir lebih tinggi tentang anda dan organisasi anda. Dan tujuan ini dapat dilaksanakan baik dikantor dengan staf anda sendiri atau dengan menggunakan jasa-jasa konsultan PR .
Kerancuan pengertian humas paling sering terjadi dengan istilah periklanan (advertising). Secara umum, istilah periklanan dapat diartikan sebagai, usaha-usaha penciptaan dan penyebaran pesan-pesan penjualan yang sepersuasif mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat atas suatu produk berupa barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya. Dapat dibedakan humas dari iklan pertama-tama dari segi tujuannya. Tujuan periklanan adalah penjualan melalui persuasi. Sedangkan tujuan humas adalah penyajian berbagai informasi dan pendidikan atau penyuluhan untuk menciptakan saling pemahaman, sedangkan upaya-upaya periklanan akan jauh lebih berhasil apabila didahului dengan kegiatan humas, tentu saja, karena suatu produk akan lebih mudah dijual jika konsumen sudah mengetahui dan memahami keberadaannya. Sebagai contoh, seorang turis tentu akan lebih mantap menjatuhkan pilihannya untuk berlibur di Kepulauan Barbados jika tidak mengetahui keadaan pulau itu sendiri, bagaimana kondisi iklimnya, apa saja yang bisa diharapkan dengan mengunjunginya . Didalam kegiatan humas sendiri, kegiatan terpadu dan periklanan itu sering disebut sebagai “pendidikan pasar” (market education). Ini merupakakn contoh nyata betapa humas mampu mendukung setrategi pemasaran. Humas memang merupakan kegiatan praktis dan bisa diandalkan guna meraih pasar yang takkan dapat direbut bila kita semata-mata mengandalkan periklanan saja. Hal ini terutama sekali berlaku apabila produknya, baik itu berupa barang maupun jasa, atau pasarnya benar-benar baru.
Mekanisme pokok humas dalam proses transfer, sesuai dengan definisinya, kegiatan humas dimaksudkan untuk menciptakan suatu pengertian, sikap, dan tanggapan yang lebih baik dari khalayak terhadap produk, tindakan, atau suatu organisasi secara keseluruhan. Proses penciptaannya itulah yang disebut sebagai proses transfer, terciptanya pengertian timbal balik melalui proses transfer dalam humas. Khalayak: objek dan subjek humas, meskipun khalayak dari suatu organisasi sangat boleh jadi berbeda dari khalayak organisasi-organisasi lainya, tetapi kita dapat mengidentifikasikan adanya sembilan khalayak utama yang paling sering menjadi subjek khalayak dari berbagai macam organisasi secara umum. Kesembilan khalayak yang utama tersebut adalah: 1. masyarakat umum, 2. calon pegawai/anggota, 3. pegawai/anggota, 4. mitra usaha pemasok jasa atau berbagai macam barang yang merupakan kebutuhan rutin dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan, 5. para investor (pasar uang), kalangan perbankkan, dan pemegang saham, 6. para distributor, 7. konsumen dan pemakai produk organisasi, 8. para pemimpin pendapat umum, serta, 9. pemerintah .

PEMBAHASAN
Humas Sebagai Bentuk Komunikasi
Komunikasi adalah suatu topik yang amat sering diperbincangkan sehingga kata “Komunikasi” itu sendiri terlalu banyak memiliki arti yang berlainan. Kesepakatan dalam mendefinisikan istilah komunikasi merupakan langkah awal untuk memperbaiki pemahaman atas fenomena yang rumit ini. Komunikasi didefinisikan secara luas sebagai “berbagi pengalaman”. Sampai batas tertentu, setiap makhluk dapat dikatakan melakukan komunikasi dalam pengertian berbagai pengalaman. Yang membuat komunikasi insani menjadi unik adalah kemampuannya yang istimewa untuk menciptakan dan menggunakan lambang-lambang, sehingga dengan kemampuan ini “manusia dapat berbagi pengalaman secara tidak langsung maupun memahami pengalaman orang lain”. Lambang didefinisikan sebagai sesuatu yang digunakan atau dipandang mewakili hal lainnya. Untuk saat ini, mari kita artikan komunikasi insani sebagai “proses pembentukan makna diantara dua orang atau lebih”. Paling tidak, ini merupakan suatu definisi parsial, yang akan kita perluas dalam pembahasan tentang hasil komunikasi .
Terdapat begitu banyak definisi humas, namun pada intinya humas atau PR tersebut, seperti telah dijelaskan dalam pendahuluan, senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni perubahan yang positif. Maka humas adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik itu bersifat komersial maupun nonkomersial, pemerintah maupun pihak suwasta. Bertolak dari definisi ini, kita segera menyadari bahwa pengertian humas itu jauh labih luas daripada periklanan atau pemasaran, dan keberadaanya pun jauh lebih awal.
Sebagai contoh yang mendasari itu semua yaitu: relief dan simbol-sombol di bangunan-bangunan kuno seperti piramida, candi dan masjid kuno, serta lukisan-lukisan gua yang primitif di Zimbawe, selalu mengandung pesan-pesan tertentu dalam bentuk gambar. Candi-candi terbesar dan terindah di Asia Tenggara, seperti Candi Angkor di Kamboja dan Candi Borobudur di Indonesia, merupakan sebuah “pamflet” raksasa yang menjadi wahana humas ajaran-ajaran agama. Bahkan bisa pula dikatakan bahwa kitab suci agama-agama besar di dunia ini mengandung suatu bentuk humas. Jenis komunikasi ini lebih tua daripada prasasti kuno zaman Yunani dan Romawi yang mengiklankan budak-budak koleksi terbaru serta berbagai macam acara di stadion. Pada zaman sekarang di suatu bandara udara misalnya, kita dapat mengenali maskapai-maskapai penerbangan berdasarkan warna pesawat dan logonya, serta seragam para awak kabin (pilot dan pramugari) atau kostum pegawai lainnya. Identitas masing-masing maskapai penerbangan terlihat jelas. Itulah identitas perusahaan (corporate identity), wujud yang melambangkan bisa berupa logo atau simbol, pilihan dan komposisi warna, tipografi atau bentuk hurufnya, dan sebagainya. Ini semua supaya mudah difahami dan dimengerti siapa atau apa yang dikemukakan dan ditonjolkannya .
Kebutuhan sosial dapat juga dipenuhi melalui pergaulan. Haslett menemukan bahwa bayi dan anak-anak memiliki motivasi yang kuat untuk berkomunikasi, dan secara naluriah mampu memahami interaksi antarpersonal, karena mereka menyadari bahwa komunikasi merupakan alat untuk membina hubungan. Ibulah yang pertama kali mengajari anak-anaknya bagaimana berinteraksi dan menyesuaikan diri .
Suatu kampanye, karenanya, dapat mencakup penulisan dan penerbitan brosur-brosur, selebaran, poster dan periklanan, dan mempengaruhi pemerintah nasional atau lokal, mengadakan pertemuan dan presentasi-presentasi singkat, dengan kelompok berpengaruh dan individu berpengaruh, memulai program-program pendidikan (kadangkala dilakukan disekolah atau universitas), membujuk pihak ketiga untuk menulis atau mengomentari secara positif guna mendapat dukungan dari pihak yang dianggap tidak sejalan, mengadakan pameran-pameran dan pertemuan-pertemuan, mengkoordinasikan kunjungan dan, yang hampir tidak dapat dihindari, membujuk pers dan media agar menunjang akibat yang ditimbulkannya .
Struktur Organisasi Humas Dan Kegunaan Khusus Humas
Tujuan, Perencanaan, Dan Pelaksanaan Kegiatan Humas
Menciptakan Hubungan Baik Antara Sekolah dengan Masyarakat

Tidak ada komentar: