Senin, 22 September 2008

Kepemimpinan Dalam Persepektif Pendidikan Islam
Abstraksi:
Kepemimpinan secara terminologis diartikan dengan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan dan kalau perlu memaksa orang lain agar ia menerima pengaruh itu.Menurut George Terry di dalam bukunya "Principles of Management" mengartikan kepemimpinan sebagai hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi fihak lain untuk bekerja sama sukarela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.Pengertian yang lebih luas diungkapkan oleh Carter V. Good bahwa kepemimpinan tidak lain adalah kesiapan mental yang terwujudkan dalam bentuk kemampuan seseorang untuk memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur serta menguasai orang lain agar mereka berbuat sesuatu, kesiapan dan kemampuan kepada pemimpin tersebut untuk memainkan peranan sebagai juru tafsir atau pembagi penjelasan tentang kepentingan, minat, kemauan, cita-cita atau tujuan-tujuan yang diinginkan untuk dicapai oleh kelompok atau individu.Sedangkan dalam perspektif Islam (Al qur’an), kepemimpinan (secara tekstual) digambarkan sebagai hubungan orang laki-laki yang mempunyai kelebihan/fadlal (sebagai superior) atas orang perempuan (sebagai inferior), hal ini dapat dilihat dalam surat Al Nisa’ ayat 34 yang berbunyi: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah swt. telah melebihkan sebagian mereka (kaum laki-laki) atas sebagaian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.Lebih spesifik lagi, keterangan tentang kepemimpinan dijelaskan di dalam beberapa kitab hadits induk (seperti Sunan Abi Daud: Kitab al Kharaj wal Imarah hadits ke-2539, Shahih Bukhari: Kitab Jumu’ah hadits ke-844, Shahih Muslim: Kitab al Imarah hadits ke-3408 dan Sunan Turmudzi: Kitab Jihad hadits ke-1627) Nabi Muhammad saw memberikan penjelasan bahwa: "Setiap orang adalah pemimpin dan setiap orang harus mempertanggungjawabkan tentang hal yang dipimpinnya, orang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan bertanggung jawab atasnya, orang perempuan adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya dan bertanggungjawab terhadapnya dan seorang budak adalah pemimpin atas rumah tuannya dan bertanggungjawab atasnya, perhatikanlah bahwa kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya."Dari ketiga definisi pertama di atas menunjukka bahwa kepemimpinan adalah suatu interaksi yang berusaha mempengaruhi fihak lain baik terhadap individu ataupun kelompok untuk mencapai sasaran/tujuan yang diinginkan, sedangkan pada pengertian terakhir menunjukkan pada makna kepemimpinan yang lebih kompleks, bukan hanya pada perseorangan atau sekelompok orang, tetapi juga pada benda-benda sekitar (yang berada dalam pengawasannya). Demikian juga dengan pertanggungjawabannya, pengertian yang terakhir tidak hanya bertanggung jawab pada sesama manusia (dunia) saja, tetapi lebih dari pada itu yaitu pada sang khaliq di akhirat kelak.Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana seseorang/pemimpin dapat mempengaruhi orang lain/bawahan? Menurut John French dan Bertran Reven, terdapat lima kekuatan yang dihubungkan dengan pengaruh yaitu:Coercive Power (kekutan dengan paksaan)Reward Power (kekuatan melalui penghargaan)Legitimate Power (kekuatan yang sah)Expert Power (kekuatan karena keahlian)Kekuatan Referen (kekuatan karena terhormat/terpandang)Selain itu, pengaruh juga dapat dilakuakan melalui kekuatan supranatural (di luar jangkauan akal), hal ini biasanya dilakuakan oleh masyarakat pesantren seperti mengamalkan bacaan-bacaan tertentu (khizib khafi, khizib sakran dll.) dan puasa.A. Pengertian Kepemimpinan Secara Umum Dalam Pendidikan IslamLedership ia a process non a position, kepemimpinan itu bukan semata sebuah posisi yang given dalam pendidikan, melainkan kepemimpinan adalah sebuah proses kerja. Oleh karena itu kepemimpinan berarti adalah sebuah proses kinerja sub-sub system organisasi yang didalamnya terhadapt seorang pemimpin. Bahkan seorang pemimpin harus mampu memahami beberapa aktifitas yang terdapat dalam teori kepemimpinn antara lain:a. Seorang pemimpin dalam pendidikan Islam harus mempunyai jiwa keihlasanb. Seorang pemimpin harus mendiskripsikan tugas mulai dari tugas harian sampai program tahunanc. Menganalisis program kerjad. Berbaur dengan bawahan-nya sebagai mitra kerjaPemimpinKepala Sekolahberikut ilustrasi seorang pemimpin dalam pendidikan Islam:(Guru, Staf TU) MSY Orang tuaSiswa InstansiLedership is both sciense and arts, kepemimpinan merupakan sebuah ilmu pengetahuan tentang bagaimana menggerakkan, mangarahkan , mendekatkan cita-cita menjadi kenyataan dan disertai dengan fasilitas yang baik berupa ilmu pengatahuan maupun sumberdaya teknologi, juga kepemimpinan dipahami secbagai seni "yaitu kemampuan atau telenta untuk mengelola situasi sesuai dengan tujuan dan harapan. Hughes, ginnet dan Curphy mengatakan "walaupun orang telah memiliki pengetahuan ilmu kepemimpinan tidak ada jaminan ia dapat memimpin, namun sebaliknya tidak seorangpun yang mampu memimpin sukses belajar/memahami teori kepemimpinan"Dalam ilmu kepemimpinan modern disebutkan "leadership is both relation and emotional" seorang pemimpin yang baik dan ideal bukanlah seorang komandan yang hanya mampu membentak, megatur menyuruh terhadap bawahannya, melainkan seorang pemimpin yang baik adalah leadership yang selalu mempu mempengaruhi oarng lain dengan "communication" sebagai sentuhan perasaan dan emosi yang dipimpin-nya. Dalam persepektif Pendidikan Islam konsep "communication" sebagai teknik untuk mempengaruhi orang lain dengan lemah lembut talah menunjukkan keberhasilah disetiap penjuru dunia, sebagaiman yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAWB. Ruang Lingkup Kemimpinan Pendidikan IslamAda tiga kategori yang menjadi ruang lingkup dalam kjepemimpinan pendidikan Islam antara laina. Leadership "dalam pendidikan, pemimpin adalah kepala sekolah/ pimpinan pondok pesantren dan lain-lain"b. Education "pendidikan yang notabena adalah bernafaskan Islam, maupun yang umum"c. Islamic "Islam dipahami sebagai doktrin yang diyakini kebenaran-nya dalam pendidikan "Sementara kepemimpinan dalam pendidikan Islam mengandung tiga hal antara lain;a. Knowledge, pengetahuanb. Skill, kemampuan, nilai-nilaic. Value chosingUnsur yang terkandung dalam kepemimpinan meliputia. Man (manusia sebagai subjek untuk mengerakkan, mempengaruhi orang lain agar mereka dapat melakukan apa yang menjadi tujuan dan harapan)b. Materialistik(adalahtempat/organisasi/instansi/pendidikan Islam/pondok pesantren/madrasah, sebagai media tempat dilaksanakan tugas )c. Metode (adalah cara, teknik ntuk mempengaruhi orang lain)C. Kepemimpinan dan ManagementKepemimpinan dalam organisasi harus dipilih orang yang terbaik yang dapat memiliki kemampuan sehingga dapat mempengaruhi, membimbing, mengkordinasi dan menggerakkan orang lain agar supaya program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.Kepemipinan harus ditunjang dengan manajemen yang baik yaitu proses pelaksanaan pencapaian tujuan melalui orang lain. Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi tidak lepas dari peran serta orang lain. Oleh karena itu, kepemimpinan harus diproses melalui manajemen yang meliputi:Planning (perencanaan)Organizing (pengorganisasian)Actuating (tindakan/penggerakan)Controlling (pengawasan)D. Peranan dan Tanggung Jawab Kepemimpinan Pendidikan dalam Memajukan Lembaga pendidikan Islam.Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam teori kepemimpinan modern diatas. Maka salah satu bentuk tanggung jawab seorang pemimpin dalam sekela yang lebih kecil "kepala sekolah" adalah sebagai berikut:1. Kepemimpinan resmi yang diangkat berdasarkan kesepakatan bersama melalui musyawarah, harus mampu mengerakkan dan mengayomi seluruh staf yang ada dilingkungan pendidikan Islam.2. Pemimpin pendidikan bertanggung jawab mengidentifikasi kebutuhan akan perubahan yang ada dalam pendidikan, baik yang berkenaan dengan kurikulum, metodologi pengajaran, bimbingan pengajaran.3. Seorang pemimpin harus membentuk kepercayaan terhadap lapisan masyarakat dalam pendidikan4. Seorang pemimpin harus mampu mengintegrasikan kerja berdasarkan unit-unit yang ada.Secara umum kepemimpinan terbagi menjadi empat macam antara lain:1. Legalits rasional; yaitu jenis kepemimpinan yang bersifat formal dan biokratik. Dalam kepemimpinan ini seorang leader dipilih berdasarkan kesepakatan bersama dengan melihat kemampuan akademik dan pengalamannya2. Legalitas otoritas tradisional: yaitu jenis kepemimpinan yang menuntut orang lain untuk mengakuinya berdasarkan keturunan. Kepemimpinan ini sering terjadi dilembaga pondok pesantren, seorang kyai yang telah meniggal dunia sangat jarang mengantikan pondoknya kepada yang bukan keturunan-nya, dalam kepemimpinan ini tidak melihat kapabelitas kamampuan, malainkan melihat "keturunan" ada tidaknya hubungan emosional.3. Otoritas partiomonial; yaitu kepemimpinan yang dilegasikan kepada orang lain, jenis kepemimpinan ini hanya bersifat "delegasi" dimana pelimpahan tugas hanya sementara. Misalnya ketika seorang kepala sekolah tidak dapat memimpin rapat dikarenakan berhalagan maka kemudian dilimpahkan kepada wakil sekolahnya4. Lagalitas krismatik; yaitu kepemimpinan yang berdasarkan kepribadian seseorang, jenis kepemimpinan ini melihat krisma seseorang, dia dipandang memiliki nilai lebih dibangingkan dengan orang lain baik hal itu karena memiliki kelebihan daya intelektual, atau karena adanya keturunan yang melebihi sebelumnya.Perbedaab antara Ledear Vs ManagerNOLeaderManager1.2.3.Pemimpin bersifat (makro)Soft grandBersifat halusManager bersifat (mikro)Hard specificBersifat otoriter/dictatorUnsur kepemimpinan dapat diilustrasikan sebagai berikut;MetodeManusia MaterialE. Konsep Kepemimpinan Rosullah SAW.1. Kepribadian akhlaq, moral sebagai kekuatan utama nabi Muhammad SAW. Dengan kepribadian akhlaq yang mulia yang tertanam di jiwa Rosullah SAW, maka Nabi dapat menyebarkan Islam sebagai agama yang haq, bahkan dapat diterima diseluruh dunia akhlaq Nabi, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al- qur’an dijelaskan "..........Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S.Al-baqarah ayat 195)"2. Adanya kerjasama (team work) dengan sahabat baik Anshar dan Muhajjirin. Kerjasama adalah sistem atau jaringan yang mengantarkan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan sebagaimana yang tertera dalam Alqur’an "........Tolong menolonglah kamu kepada hal kebaikan yang ma’ruf (kerjasama/team work) dan jaganlah kamu tolong menolong dalam hal kejahatan"3. Pegangan yang teguh terhadap nilai-nilai trasendental (Al-Qur’an) sebagai suprimasi hukun tertinggi. Al-qur’an merupakan hukum tertinggi yang dijadikan landasan dalam segala hal baik yang berkenaan dengan pendidikan, teknik/metode kepemimpinan, ekonomi, sosial, politi dan lain-lain sebagaimana yang difirmankan dalam Al-qur’an ".........Berpegang teguhlah kamu terhadap tali Allah dan jangan bercerai barai"4. Keteguhan hati. Adalah merupakah hal yang mendorang tercapainya keberhasilan dalam kepemimpinan5. Perjuangan yang tanpa pamrih, perjuangan menjadi seorang pemimpin baik dalam pengembangan pondok pesantren maupun madrasah harus disertai dengan perjuagan ikhlas dan tampa pamrih, bukan karena indikasi yang lain, sehingga seseorang yang berjuang dengan harapan ingin memperoleh ridha Allah, Dia akan membalasnya sebagaimana dalam firmannya "............. Yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar".6. Mendahulukan kepentingan kolektif dari pada kepentingan individual, mendahulukan kepentingan banyak/masyarakat adalah modal kesuksesan bagi setiap pemimpin organisasi apapun karena ketika mendahulukan kepentingan pribadi sesungguhnya dia adalah mendahulukan "ego dirinya" akan tetapi ketika mendahulukan kepentingan umum sesungguhnya dialah pemimpin sejati.Inilah yang menjadikan Nabi manjedi seorang pemimpin sekaligus kepala negara yang baik diantara segala zaman didunia ini.7. Menpunyai sifat (tabliq, sisdiq, amanah dan fatonah), keempat sifat terseut adalah sifat Rosullah didalam mejadi seorang pemimpin/leader dan kepala nagara, apabila keempat sifat tersebut mampu di bumikan dalam realitas kehidupan sehari-hari dalam dunia pendidikan oleh seorang kepala pondok/yayasan/imstansi pemerintahan, sungguh optimis saya mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang yang sukses dalam dunia dan akhirat, dan pendidikan-pun akan cepat maju, mampu manyaingi lembaga pendidikan yang lain. Adalah sesuatu hal yang ironis apabila konsep keempat tersebut tidak mampu diimplementasikan dalam lembaga yang notabene bernuansa ke-Islaman baik, madrasah/pondok pesantren, Universitas Islam, maka tunggu kehancurannya.Dari iulustrasi kepemimpinan Nabi tersebut mempunyai implikasi positif terhadap kepemimpinan secara umum, Muhammad sebagai sosok seorang yang telah sukses di mata dunia yang telah membangun sebuah momentum bersejarah. Ketika konsep kepemimpinan tersebut diaplikasikan disebuah lembaga pendidikan Islam maupun umum, maka sangat dimungkinkan adanya keberhasilan yang gemilang. Keterpurukan dan mundurnya pendidikan Islam selama ini baik di pesantren/ madsarah/ sekolah/ ataupun lembaga-lembaga yang lain adalah sebuah kelalaian didalam malaksanakan sebuah kerja. Lembaga pendidikan Islam pada saat ini sangat secil sekali didalam menjalin kerjasama antara pendidikan yang lain.F. Wilayah Kepemimpinan Malalui Pengerakan OrganisasiLembaga pendidikan Islam merupakan sebuah organisasi yang eksis dari zaman dahulu hingga era sekarang, akan tetapi seiring dengan perkembagan zaman yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan Islam membutuhkan sosok seorang permimin yang mampu mengerakkan lembaga pendidikan Islam ke-arah yang inovatif dan kreatif sesuai dengan tuntutan, kebutuhan masyarakat, akan tetapi seorang leader pendidikan tidak hanya dituntut memiliki khrisma akan tetapi juga dituntut untuk memahami lingkungannya, hal ini kemudian yang dikenal dengan "suatu kesadaran dan kemampuan untuk selalu dapat beradaptasi dengan lingkungan soaial dan juga tuntutan aggota" oleh karena itu seorang pemimpin organisasi apapun baik instansi pemerintahan/perbankkan/pondok pesantren/madsarah tidak akan dapat menentukan sendiri sendi-sendinya tanpa ia memperhatikan sendi-sendi eksternalnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh A.Ibrahim Indra Wijaya "Bila perubahan dalam system nilai akan berkelanjutan, maka setiap organisasi harus berusaha belajar untuk lebih responsive, baik terhadap lingkungan maupun tuntutan para anggotanya" . pendapat Bennin tersebut didukung oleh adanya kecenderungan yang tak terhindarkan akan apa yang dikenala dengan "the unprecedented speed of changes" sebagaimana Adam Ibrahim mengatakan:Pertama: Setiap pemimpin sebuah organisasi baik instansi pemerintahan/ pimpinan pondok pesantren/ madrasah dll dituntut mempertanggung jawabkan (accountability) , dan memberi menfaat kepada para anggotannyaKadua : Setiap pemimpin organisasi akan menghadapi persaingan dengan organisasi lainya yang sejenis maupun yang tidak, dimana persaingan akan semakin kompetitif seiring dengan dunia global. Suatu organisasi yang eksis yang tidak mampu bersaing maka akan teriminasi dengan sendirinya. Oleh karena itu pimpinan lembaga pendidikan Islah marus mampu meghadapi tantangan dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain (pendidikan umum) jika tidak ingin tertinggal lebih jauh.Ketiga: kompleksitas hubungan kerja antara organisasi akan semakin menuntut seorang pemimpin organisasi untuk berhubungan dengan mitra kerjanya, jadi kerja sama antar organisasi menjadi tidak terhindarkan lagi. Untuk mencapai cit-cita dan tujuan suatu organisasi baik instansi pemerintahan/pimpinan pondok pesantren/ madrasah dll tidak dapat mengklaim keberadaan-nya sebagai satu-satunya organisasi yang paling kompeten di segala bidang.Pengembangan organisasi dalam pendidikan Islam (Organization Islamic of Education development)Dalam pengembangan organisasi dalam pendidikan Islam harus memahami beberapa teori antara lain:1. Organization development "is a response to change a complex education strategy intrended to change the belisfs, values and structyre of organization so that they can better adapt to new technologies, market and challenges. "Pengembangan organisasi adalah suatu jawaban terhadap perubahan, suatu strategi pendidikan yang rumit yang dimaksudkan untuk merubah kepercayaan, nilai-nilai dan struktur dari suatu organisasi, sehingga organisasi tersebut dapat lebih mampu menyesuaikan diri dengan teknologi bru , pasar dan tantangan"2. Richard Beckhart mengatakan: Organization development is an effort:a. Planned "terencana"b. Organization wide and "mencakup organisasi secara keseluruhan"c. Managed from the top to "dikelola dari atas"d. Increase organization ffectiveness and helth through "menigkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi"e. Planned intervention in the organization’s processes, using behavioral science knowledge "intervensi berencana terhadap proses yang terjadi dalam organisasi dan dengan mempergunakan pengetahuan yang berasal dari ilmu prilaku"Beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang leader dalam pendidikan Islam antara lain:a. Sikap keterbukaan antara semua staf yang ada dilingkungan pendidikan Islamb. Comperative studies; seorang pemimpin harus manpunyai jiwa untuk studi banding demi kemajian pendidikan yang dikelolanya.c. Learning from others; jiwa seorang pemimpin harus mau belajar dengan seorang lain-nya, dengan melalui pengalaman-pemgalaman.d. Adaption; sikap adaptasi dengan lingkungan.G.Pendekatan (Approch) dalam KepemimpinanSeorang pemimpin harus mempunyai pendekatan-pendekatan yang dapat mengantarkan anak bawahannya, sehingga apa yang menjadi tugas dapat dilaksanakan dengan baik, sebagaimana yang dikatakan oleh M. Mas’ud Sa’id P.hD, antara lain:e. Organization behavior; adalah jenis pendekatan prilaku organisasi, diasumsikakan bahwa organisasi adalah mahkluk hidup yang memiliki behavior (tingkah laku) yaitu ramah, senyuman dll, misalnya pegawai bank BNIf. Revands and runistiment; adalah jenis pendekatan dengan cara memberikan hadiah kepeda yang berprestasi antara hukuman dan pujian, baik dengan hukuman penambahan terhadap tugas yang lebih berat.g. Psyhological approach; adalah jenis pendekatan dengan hati melalui perasaan atau insting.h. Need of achavement; jenis pendekatan dengan melalui kekuatan atau keinginan ingin maju, dimana seorang leader harus mampu menciptakan kekuatan bagi organisasi untuk menjadi yang lebih baiki. Legal approach regulative and formalistic; adalah pendekatan dengan melalui aturan-aturan formal yang berupa nilai.j. Personal leadership, charisma expentive; pendekatan personal. Dalam hal ini banyak terjadi dilembaga pondok pesantrenk. Ideological approach; adalah jenis pendekatan melalui nilai-nilai "misalnya, orentalisme, kapitalisme, komonisme, nasionalisme, sekularisme, modernisme, libralisme dll"

Tidak ada komentar: